Mengapa sikap egois bisa meruntuhkan pondasi hubungan?

Setiap orang berpikir bahwa mereka benar, dan mereka bersikeras untuk mempertahankan nilai diri sekaligus memastikan terpenuhinya kebutuhan. Jadi, ketika seseorang memasuki hubungan, interaksi semacam ini sering diartikan sebagai sikap agresif dan oposisi (perlawanan).

Dinamika ini telah menjadi semakin intens karena kondisi budaya yang semakin bergeser (modern) di mana setiap orang ingin kebutuhan dan kepuasannya terpenuhi secara instan. Setiap orang sepertinya telah menjadi emosional.

 

Mulailah dengan tidak menyetir perilaku dan kepribadian pasangan. Sikap demikian mengundang kecemasan dan kegelisahannya. Lakukan kompromi. Kerelaan untuk mencoba menyenangkan pasangan menjadi kunci kelanggengan hubungan.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s